Dalam industri pengangkatan beban, keselamatan bukan hanya prioritas, tetapi fondasi yang menentukan kelancaran seluruh operasi. Salah satu komponen yang memainkan peran besar dalam menjaga keamanan adalah webbing sling, alat lifting berbahan serat sintetis yang ringan namun sangat kuat. Meskipun terlihat sederhana, kondisi webbing sling dapat menentukan apakah proses pengangkatan berjalan aman atau justru mengundang risiko besar.
Kerusakan pada webbing sling sering kali terjadi secara bertahap, mulai dari keausan kecil hingga kerusakan struktural yang membahayakan. Sayangnya, kerusakan semacam ini tidak selalu mudah terlihat dan kerap diabaikan karena dianggap tidak signifikan. Padahal, kerusakan kecil pada webbing sling bisa mengurangi kekuatan angkat hingga puluhan persen, dan dalam beberapa kasus dapat langsung menyebabkan sling putus saat digunakan.
Oleh karena itu, memahami tanda-tanda kerusakan, penyebabnya, serta kapan sling harus dinyatakan tidak layak pakai adalah hal yang wajib diketahui setiap operator, pengawas, maupun perusahaan. Artikel ini akan membantu Anda mengidentifikasi kerusakan webbing sling secara akurat, disertai penjelasan teknis, contoh kasus, hingga rekomendasi perawatan agar operasional lifting tetap aman dan efisien sesuai standar industri.
Apa Itu Kerusakan pada Webbing Sling?
Kerusakan pada webbing sling adalah kondisi ketika struktur serat, jahitan, label, atau bentuk fisik sling mengalami penurunan fungsi sehingga kekuatannya tidak lagi sesuai standar. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh penggunaan yang berulang, kondisi lingkungan, kesalahan teknis, maupun prosedur lifting yang tidak tepat. Meskipun sling tampak masih bisa digunakan, kerusakan internal dapat mengurangi kekuatan secara signifikan.
Kerusakan pada sling umumnya diklasifikasikan menjadi dua kategori: kerusakan ringan dan kerusakan kritis. Kerusakan ringan biasanya berupa abrasi atau perubahan warna, namun harus terus dipantau. Sementara kerusakan kritis seperti sobekan, jahitan putus, dan label hilang merupakan tanda bahwa sling tidak boleh digunakan kembali. Standar internasional seperti EN 1492 dan ASME B30.9 menyatakan bahwa sling rusak tidak boleh diperbaiki dan hanya boleh diganti.
Dengan memahami definisi ini, operator dapat lebih peka dalam melakukan inspeksi harian ataupun inspeksi berkala. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kegagalan sling yang dapat membahayakan nyawa pekerja dan merusak beban bernilai tinggi.
Baca Juga : 7 Jenis Webbing Sling & Panduan Memilih yang Tepat
Tanda-Tanda Kerusakan Webbing Sling
Kerusakan pada webbing sling bisa dikenali melalui perubahan fisik pada serat, jahitan, hingga label identifikasi. Tanda-tanda ini sering kali terlihat jelas jika inspeksi dilakukan dengan benar. Berikut penjelasan lengkap dari masing-masing jenis kerusakan:
1. Aus & Abrasi Serat
Aus (wear) dan abrasi adalah kerusakan yang paling umum ditemukan. Abrasi terjadi ketika sling bergesekan dengan permukaan kasar atau sudut tajam selama pengangkatan. Seiring waktu, serat pada permukaan sling mulai menipis dan kehilangan kekuatan.
Sling yang menunjukkan tanda abrasi biasanya memiliki permukaan berbulu, serat terkelupas, atau warna yang memudar pada area tertentu. Abrasi yang lebih parah dapat meng expose serat bagian dalam, yang merupakan tanda bahwa sling sudah tidak aman digunakan. Pada kondisi ini, kekuatan sling dapat berkurang hingga 30-50%.
Untuk mencegah abrasi, operator dianjurkan menggunakan pelindung tepi (edge protector). Selain itu, sling tidak boleh dibiarkan bersentuhan langsung dengan sudut besi atau beton tanpa perlindungan tambahan.
2. Potongan, Sobekan atau Lubang
Kerusakan berbentuk sobekan adalah tanda paling berbahaya. Sobekan dapat berasal dari gesekan tajam, tertimpa benda, atau kesalahan penggunaan lain. Sobekan sepanjang 1 cm saja dapat mengurangi kekuatan sling secara drastis.
Selain sobekan, lubang-lubang kecil juga dapat menjadi titik lemah yang menyebabkan sling putus saat menerima beban penuh. Bila sobekan sudah mencapai lebih dari 10% lebar sling (contoh: sling lebar 75 mm mengalami sobekan 8 mm), sling harus langsung dinyatakan tidak layak pakai.
Penyebab utama sobekan biasanya berasal dari penggunaan pada permukaan tajam atau tertarik berlebihan hingga melebihi kapasitas WLL.
3. Perubahan Warna / Paparan Panas / UV
Sling yang terlalu lama terpapar sinar matahari, panas ekstrem, atau bahan kimia akan mengalami perubahan warna. Dalam banyak kasus, perubahan warna menjadi pudar merupakan indikasi bahwa kualitas serat menurun.
Paparan UV dapat membuat serat menjadi rapuh dan mudah patah. Paparan panas atau percikan api juga dapat melelehkan serat bagian luar. Jika ditemukan bercak meleleh atau pengerasan pada sling, maka sling harus dihentikan dari penggunaan.
Sebagian besar standar industri menyarankan penyimpanan sling di tempat sejuk, teduh, dan kering untuk mencegah kerusakan ini.
4. Jahitan Rusak atau Benang Terbuka
Jahitan adalah bagian paling penting dalam menjaga kekuatan sling. Jika jahitan terlepas, benang terbuka, atau terlihat jelas bagian yang mengendur, maka struktur sling sudah tidak stabil.
Kerusakan pada jahitan sering diabaikan karena terlihat kecil, padahal kekuatan sling sangat bergantung pada kualitas jahitannya. Jahitan putus dapat menyebabkan kegagalan total ketika sling menerima beban berat.
Standar EN 1492-1 menekankan bahwa jika terdapat benang terputus pada area mata sling atau titik beban utama, maka sling wajib diganti.
5. Tali Mengikat dengan Ikatan / Knot
Mengikat sling dengan simpul (knot) sangat berbahaya karena dapat mengurangi kekuatan hingga 50%. Knot menciptakan titik tekanan tinggi yang menyebabkan serat melemah di area tersebut.
Jika sling terlihat pernah digunakan dengan knot, atau ditemukan bekas lipatan yang menunjukkan sling pernah diikat, maka sling tersebut berpotensi mengalami kerusakan struktural internal. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Operator wajib memahami bahwa sling tidak boleh diikat dalam kondisi apa pun, termasuk untuk penyesuaian panjang.
6. Label Hilang atau Tidak Terbaca
Label berisi informasi penting seperti:
- WLL (Working Load Limit)
- Material
- Panjang
- Standar produksi
- Nomor seri
Jika label hilang atau tidak terbaca, sling secara otomatis dinyatakan tidak layak pakai berdasarkan EN 1492 dan ASME B30.9. Tanpa informasi ini, operator tidak bisa menentukan kapasitas angkat yang aman.
Label yang pudar menunjukkan sling sudah terlalu lama digunakan atau terpapar lingkungan yang buruk.
Penyebab Umum Webbing Sling Tidak Layak Pakai

Kerusakan pada sling bisa terjadi karena beberapa faktor yang sebenarnya dapat dicegah. Salah satu penyebab terbesar adalah penggunaan sling melebihi kapasitas WLL (overload). Beban berlebih memberikan tekanan ekstrem pada serat sehingga merusaknya secara bertahap.
Penyebab lain adalah gesekan dengan permukaan tajam. Banyak kasus sling sobek bukan karena kualitas buruk, tetapi karena tidak menggunakan edge protector saat mengangkat beban dengan sudut keras seperti baja atau beton.
Lingkungan kerja juga mempengaruhi ketahanan sling. Paparan UV, panas tinggi, minyak, atau bahan kimia dapat mempercepat kerusakan serat. Penyimpanan yang buruk, seperti menaruh sling di lantai lembap atau di area outdoor terbuka, juga dapat menurunkan umur pakai sling.
Dampak Penggunaan Webbing Sling yang Rusak
Penggunaan sling yang rusak dapat menyebabkan kegagalan lifting total. Beban dapat jatuh dan menyebabkan kerusakan material bernilai tinggi. Selain itu, kegagalan sling dapat mengakibatkan cedera serius pada operator.
Secara finansial, penggunaan sling rusak dapat meningkatkan downtime, memperbesar biaya perbaikan peralatan, dan mengganggu produktivitas. Dalam beberapa kasus, kecelakaan akibat sling rusak dapat berujung pada tuntutan hukum karena kelalaian prosedur keselamatan.
Menurut beberapa studi industri, kegagalan sling sering disebabkan karena kurangnya inspeksi rutin. Ini menunjukkan bahwa pemantauan kondisi sling adalah investasi kecil yang memberikan dampak besar bagi keselamatan dan kelancaran operasional.
Kapan Webbing Sling Tidak Layak Pakai & Harus Diganti
Sling harus dinyatakan tidak layak pakai saat ditemukan salah satu tanda berikut:
- Sobekan > 10% lebar sling
- Serat terlihat rusak parah atau tertarik
- Jahitan utama terputus
- Bekas terbakar atau meleleh
- Warna pudar parah karena UV
- Pernah terpapar bahan kimia keras
- Label hilang atau tak terbaca
Pada inspeksi berkala, operator harus mengevaluasi area mata sling (eye) karena bagian ini menanggung beban paling besar. Jika ada tanda kerusakan kecil sekalipun, sling tidak boleh digunakan kembali.
Cara Inspeksi, Perawatan & Penanganan Webbing Sling Rusak
Inspeksi webbing sling harus dilakukan setiap hari sebelum digunakan dan secara berkala oleh personel bersertifikasi. Pemeriksaan mencakup kondisi serat, jahitan, mata sling, dan label. Jika ditemukan kerusakan kecil, sling harus langsung dipisahkan dari area kerja.
Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan sling dari kotoran, minyak, atau lumpur agar serat tidak rusak. Penyimpanan sling yang benar adalah di tempat kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Webbing sling yang rusak tidak boleh diperbaiki sendiri. Standar internasional menyatakan bahwa sling yang rusak harus diganti, bukan ditambal.
Dapatkan Webbing Sling Terbaik dari BSS
Sebagai perusahaan yang peduli terhadap keselamatan industri, PT Bintang Surya Sejati Sukses (BSS) menyediakan webbing sling berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional. Dengan material kuat, label jelas, dan proses produksi yang diawasi ketat, BSS memastikan setiap sling aman untuk lifting harian.
Jika Anda membutuhkan sling pengganti, inspeksi, atau rekomendasi produk sesuai beban kerja, tim BSS siap membantu memilih sling terbaik untuk kebutuhan industri Anda. Dengan memilih sling berkualitas dan memahami tanda kerusakannya, Anda dapat memastikan lifting tetap aman, efisien, dan bebas risiko.
Baca Juga : Apa Itu Flat Webbing Sling? Jenis dan Aplikasinya dalam Industri

