Mengetahui berbagai cara membuat tas dari tali kur akan menguntungkan Anda yang ingin menghasilkan kerajinan tangan estetik sekaligus fungsional. Tidak hanya sekadar hobi, aktivitas ini juga membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan.
Meski terlihat rumit pada awalnya, proses pembuatannya dapat dipelajari secara bertahap melalui teknik simpul dasar yang mudah dipahami oleh pemula. Di artikel ini, Anda akan menemukan panduan lengkap secara sistematis agar hasil akhirnya rapi dan tahan lama.
Apa Itu Tali Kur?
Tali kur adalah salah satu jenis tali yang awalnya banyak digunakan dalam kegiatan kepramukaan. Seiring berkembangnya dunia kerajinan tangan, material ini semakin populer karena mampu menghasilkan berbagai produk menarik, terutama tas dengan tampilan elegan.
Dibandingkan tali makrame yang umumnya menggunakan bahan katun bertekstur kasar, tali kur dibuat dari bahan polyester atau nilon. Material ini membuat permukaannya terasa lebih halus, licin, serta memiliki efek mengilap yang mampu meningkatkan nilai estetika hasil anyaman.
Karakteristik tersebut membuat tas lebih kokoh, awet, dan tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu lama. Bahkan, teknik mengolah tali seperti ini telah dikenal sejak abad ke-13 dan menjadi salah satu cikal bakal teknik macrame yang terus berkembang hingga sekarang.
Jenis-Jenis Tali Kur yang Sering Digunakan
Sebelum mulai membuat tas, Anda perlu mengenali jenis tali kur yang tersedia di pasaran. Setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat memengaruhi tampilan maupun kenyamanan saat proses penganyaman.
1. Tali Kur Polyester
Tali kur berbahan polyester memiliki permukaan yang halus, licin, dan mengilap. Karakter tersebut membuat hasil anyaman terlihat lebih rapi sekaligus memberikan kesan elegan pada tas.
Selain itu, material polyester juga cukup kuat sehingga cocok digunakan untuk berbagai model tas, baik yang sederhana maupun bermotif rumit.
2. Tali Kur Nilon
Tali kur nilon juga menjadi pilihan favorit karena menawarkan kekuatan yang sangat baik untuk menopang beban.
Permukaannya tetap halus dan mengilap sehingga menghasilkan tampilan tas yang menarik. Berkat daya tahannya, jenis tali ini sering dipilih untuk membuat tas yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
3. Tali Kur Satin
Tali kur satin, yang juga dikenal sebagai tali Cina atau rattail cord, merupakan tali sintetis berbahan nilon atau polyester dengan permukaan yang halus, licin, dan mengilap.
Karakteristik tersebut membuat tali ini terlihat lebih elegan sekaligus nyaman digunakan dalam berbagai proyek kerajinan.
4. Cara Memilih Tali Kur yang Tepat untuk Tas
Memilih tali kur yang tepat akan mempermudah proses pembuatan sekaligus menghasilkan tas yang lebih kuat dan menarik. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum membeli tali kur:
- Pilih tali dengan tingkat elastisitas yang sesuai agar lebih mudah dibentuk menjadi berbagai simpul.
- Sesuaikan warna tali dengan motif atau desain tas yang ingin dibuat sehingga hasil akhirnya terlihat harmonis.
- Pastikan tali memiliki kekuatan yang baik agar tas mampu menahan beban saat digunakan.
- Pertimbangkan jumlah tali yang akan digunakan. Semakin banyak tali yang dipakai untuk membuat tas berukuran besar, bobot tas juga akan semakin berat.
- Gunakan ukuran tali yang cukup besar agar detail simpul terlihat jelas dan hasil anyaman tampak lebih rapi.
Alat dan Bahan Membuat Tas dari Tali Kur
Persiapan yang baik membantu Anda bekerja lebih efisien tanpa harus berhenti di tengah proses karena ada perlengkapan yang belum tersedia. Selain itu, penggunaan alat yang tepat juga akan menghasilkan anyaman yang lebih rapi, kuat, dan tahan lama.
1. Tali Kur yang Dibutuhkan
Tali kur menjadi bahan utama dalam pembuatan tas. Material ini umumnya terbuat dari polyester atau nilon sehingga memiliki permukaan yang halus, licin, dan sedikit mengilap. Karakteristik tersebut membuat tali kur tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menahan beban dengan baik sehingga cocok digunakan sebagai bahan pembuatan tas.
Saat memilih tali kur, sesuaikan warna dengan desain atau motif yang ingin dibuat. Jika ingin menghasilkan tampilan yang sederhana, gunakan satu warna. Sebaliknya, Anda dapat memadukan beberapa warna untuk menciptakan motif yang lebih menarik.
Panjang tali yang dibutuhkan bergantung pada ukuran tas yang akan dibuat. Semakin besar ukuran tas, semakin banyak pula tali yang harus disiapkan.
2. Jarum, Gunting, dan Peralatan Pendukung
Selain tali kur, beberapa alat pendukung juga berperan penting dalam setiap tahap pembuatan tas. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda sehingga sebaiknya disiapkan sejak awal.
- Gunting digunakan untuk memotong tali kur sesuai ukuran yang dibutuhkan. Gunting yang tajam akan menghasilkan potongan yang lebih rapi dan memudahkan proses penganyaman.
- Korek api untuk melelehkan sedikit bagian ujung tali agar tidak mudah terurai. Alat ini juga membantu menyambungkan tali baru ketika tali sebelumnya habis di tengah proses pengerjaan. Dengan cara ini, sambungan tali menjadi lebih kuat dan terlihat lebih rapi.
- Jarum dan benang digunakan untuk menyatukan beberapa bagian anyaman hingga membentuk tas yang utuh. Selain itu, kedua alat ini juga diperlukan saat memasang furing sehingga bagian dalam tas tampak lebih rapi.
- Furing merupakan kain pelapis yang dipasang pada bagian dalam tas. Lapisan ini berfungsi melindungi barang bawaan agar tidak tersangkut pada celah anyaman sekaligus memberikan tampilan yang lebih profesional.
3. Aksesori Tambahan untuk Mempercantik Tas
Setelah badan tas selesai dibuat, Anda dapat menambahkan beberapa aksesori agar tampilannya semakin menarik sekaligus meningkatkan fungsinya.
Beberapa aksesori yang digunakan antara lain:
- Sistem pengunci, seperti resleting, magnet pengunci, atau perekat. Pilih ukuran resleting yang sesuai dengan lebar bukaan tas agar dapat berfungsi secara maksimal.
- Hiasan dekoratif, misalnya manik-manik, kancing, bunga hias, atau gantungan tas. Penambahan aksesori ini mampu memberikan sentuhan unik sehingga tas terlihat lebih elegan dan memiliki karakter tersendiri.
- Strap atau tali tas, baik berupa pegangan tangan maupun tali selempang. Pemasangan strap biasanya dilakukan pada tahap akhir untuk menyempurnakan fungsi tas sekaligus meningkatkan kenyamanan saat digunakan.
Baca Juga: Apa Itu Tali Kur? Material, Fungsi & Aplikasi Industri
Cara Membuat Tas dari Tali Kur untuk Pemula
Membuat tas dari tali kur membutuhkan ketelitian, tetapi Anda tidak harus memiliki pengalaman khusus untuk memulainya. Agar proses pembuatannya lebih mudah, ikuti langkah-langkah berikut.
1. Menentukan Model Tas yang Akan Dibuat
Langkah pertama adalah menentukan model tas yang ingin dibuat. Keputusan ini akan membantu Anda memperkirakan jumlah tali, tingkat kesulitan, hingga motif yang paling sesuai.
Bagi pemula, sebaiknya pilih model yang sederhana agar proses belajar terasa lebih mudah. Beberapa model yang dapat dijadikan pilihan antara lain:
- Hand bag
- Tote bag
- Sling bag
- Clutch
- Pouch
Setelah menentukan model, pilih motif yang sesuai dengan kemampuan. Motif sisik menjadi pilihan favorit bagi pemula karena teknik simpulnya relatif sederhana, tetapi tetap menghasilkan tampilan yang elegan.
Jika sudah mulai terbiasa, Anda dapat mencoba motif bunga, motif ketupat, motif miring, motif kerang, maupun motif panah yang menawarkan karakter visual berbeda.
Selain model dan motif, tentukan juga kombinasi warna tali. Anda bisa menggunakan satu warna untuk kesan minimalis atau memadukan dua warna agar tas terlihat lebih menarik.
2. Membuat Simpul Dasar Tali Kur
Simpul dasar menjadi acuan dalam proses pembuatan tas. Oleh karena itu, kuasai teknik ini terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Ikuti langkah-langkah berikut.
- Siapkan dua helai tali kur dengan panjang yang sama, misalnya sekitar 2 meter.
- Lipat kedua tali menjadi dua bagian hingga terbentuk empat ujung tali yang sejajar.
- Beri nomor pada setiap ujung tali dari kiri ke kanan, yaitu 1, 2, 3, dan 4 agar lebih mudah mengikuti pola simpul.
- Ambil tali nomor 4, kemudian silangkan ke belakang tali nomor 2 dan nomor 3 menuju arah tali nomor 1.
- Letakkan tali nomor 1 di belakang tali nomor 4.
- Masukkan ujung tali nomor 1 ke dalam lubang yang terbentuk di antara tali nomor 3 dan nomor 4.
- Tarik tali nomor 1 dan nomor 4 secara bersamaan hingga simpul mengencang dan membentuk pola dasar atau “kepala” yang kuat.
Latih teknik ini beberapa kali hingga simpul yang dihasilkan memiliki ukuran yang seragam dan rapi.
3. Membuat Bagian Dasar Tas
Setelah berhasil membuat simpul dasar, lanjutkan dengan menyusun bagian dasar tas. Buat pola dasar dalam jumlah genap agar sisi kanan dan kiri memiliki lebar yang seimbang.
Semakin besar ukuran tas yang ingin dibuat, semakin banyak pula pola dasar yang perlu disusun. Oleh karena itu, tentukan ukuran tas sejak awal agar proses pengerjaan lebih terarah.
Pastikan setiap simpul memiliki tingkat kekencangan yang sama sehingga bentuk dasar tas tetap rapi dan tidak mudah berubah.
4. Menyusun Badan Tas dengan Teknik Anyaman
Tahap berikutnya adalah membentuk badan tas melalui teknik anyaman. Mulailah dengan menyambungkan dua pola dasar yang telah dibuat. Ambil dua utas tali dari sisi kiri dan dua utas dari sisi kanan, kemudian buat simpul menggunakan teknik yang sama seperti sebelumnya.
Ulangi proses tersebut secara bertahap hingga anyaman membentuk bidang menyerupai persegi atau persegi panjang sesuai tinggi tas yang diinginkan.
Apabila tali habis di tengah proses, sambungkan tali baru menggunakan korek api. Lelehkan sedikit ujung kedua tali, lalu segera tempelkan dan tekan hingga menyatu dengan kuat. Setelah sambungan dingin, lanjutkan proses anyaman seperti biasa.
5. Membuat Pegangan atau Tali Tas
Setelah badan tas selesai, tambahkan pegangan agar tas siap digunakan. Anda dapat membuat strap pendek untuk model tas jinjing atau menambahkan tali selempang sesuai desain yang diinginkan.
Pastikan panjang tali nyaman digunakan dan terpasang dengan kuat pada badan tas agar mampu menahan beban saat dipakai.
Sesuaikan bentuk pegangan dengan fungsi tas, baik untuk kegiatan sehari-hari maupun acara yang lebih formal.
6. Tahap Finishing Tas Tali Kur
Tahap finishing berfungsi untuk menyempurnakan tampilan sekaligus meningkatkan kekuatan tas. Gunakan jarum dan benang untuk menyatukan seluruh bagian anyaman hingga membentuk tas yang utuh.
Setelah itu, pasang kain pelapis bagian dalam atau furing agar bagian dalam tas terlihat lebih rapi sekaligus melindungi barang bawaan.
Selanjutnya, tambahkan sistem pengunci sesuai kebutuhan, seperti resleting, magnet pengunci, atau perekat. Terakhir, percantik tampilan tas dengan aksesori tambahan, misalnya manik-manik, kancing, hiasan bunga, maupun gantungan dekoratif.
Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai
Dengan menguasai teknik dasar, Anda dapat menghasilkan pola yang lebih rapi, kokoh, dan konsisten. Selain meningkatkan kualitas produk, keterampilan ini juga membantu Anda membuat motif yang lebih beragam sehingga nilai estetika maupun nilai jual tas ikut meningkat.
1. Teknik Simpul Datar (Flat Knot)
Teknik simpul datar atau flat knot merupakan pola dasar yang wajib dipelajari oleh setiap pemula. Teknik ini menjadi fondasi hampir seluruh motif tas tali kur karena menghasilkan simpul yang kuat dan mudah dikembangkan menjadi berbagai bentuk anyaman.
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat simpul dasar:
- Siapkan dua utas tali kur dengan panjang yang sama, misalnya masing-masing 2 meter.
- Lipat kedua tali menjadi dua bagian hingga terbentuk empat ujung tali yang sejajar.
- Beri nomor pada setiap ujung tali dari kiri ke kanan agar lebih mudah mengikuti pola.
- Silangkan tali nomor 4 ke arah kiri melewati bagian belakang tali nomor 2 dan nomor 3 hingga berada di dekat tali nomor 1.
- Letakkan tali nomor 1 di belakang tali nomor 4.
- Masukkan ujung tali nomor 1 ke dalam lubang yang terbentuk di antara tali nomor 3 dan nomor 4.
- Tarik tali nomor 1 dan nomor 4 secara bersamaan hingga simpul mengencang dan membentuk pola yang rapi.
Ulangi langkah tersebut sesuai jumlah pola yang dibutuhkan sebagai dasar pembentukan badan tas.
2. Teknik Simpul Spiral
Teknik simpul spiral atau half-square knot sering digunakan untuk membuat berbagai kerajinan, seperti gelang, gantungan pot, hingga aksesori dekoratif. Meskipun terlihat rumit, Anda dapat mempelajarinya dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
- Lipat dua helai tali, lalu gantungkan pada penyangga hingga terbentuk empat untai tali yang menggantung.
- Gunakan dua untai di bagian tengah sebagai tali jangkar yang tetap diam. Sementara itu, manfaatkan dua untai paling kiri dan paling kanan untuk membentuk simpul.
- Ambil tali paling kiri, kemudian silangkan di atas kedua tali tengah. Setelah itu, arahkan tali tersebut ke bawah tali paling kanan sehingga membentuk pola menyerupai angka 4.
- Ambil tali paling kanan, masukkan melalui lubang yang terbentuk di sisi kiri tepat di bawah tali jangkar, kemudian tarik kedua tali luar secara bersamaan hingga simpul mengencang.
- Terus ulangi proses menggunakan tali paling kiri sebagai pembentuk simpul. Berbeda dengan square knot yang dilakukan secara bergantian ke kanan dan kiri, teknik ini selalu menggunakan arah yang sama sehingga anyaman akan melintir secara alami dan membentuk pola spiral yang rapi.
3. Teknik Anyaman Tali Kur
Setelah berhasil membuat beberapa pola dasar, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi badan tas. Pada tahap ini, setiap pola akan saling terhubung sehingga membentuk struktur yang kuat.
Cara melakukannya meliputi:
- Ambil dua utas tali dari pola sebelah kiri dan dua utas dari pola sebelah kanan.
- Satukan keempat utas tersebut menggunakan teknik simpul dasar yang sama.
- Lanjutkan proses penyambungan secara berurutan hingga membentuk rangkaian persegi panjang atau kotak sesuai ukuran tas yang diinginkan.
- Ulangi proses tersebut sampai tinggi badan tas sesuai dengan desain yang telah direncanakan.
Teknik penyambungan yang konsisten akan membuat bentuk tas lebih simetris sekaligus memperkuat keseluruhan konstruksinya.
4. Cara Menjaga Kerapian Pola Tas
Selain menguasai teknik simpul, Anda juga perlu menjaga kerapian setiap pola agar hasil akhirnya terlihat profesional. Perhatikan beberapa hal berikut selama proses pembuatan.
- Buat pola dasar dalam jumlah genap agar sisi kanan dan kiri tas tetap seimbang.
- Tarik setiap simpul dengan kekuatan yang sama supaya ukuran pola tetap seragam dan tidak longgar.
- Kerjakan setiap tahapan dengan teliti serta sabar agar susunan simpul tetap rapi dari awal hingga akhir.
- Gunakan jarum dan benang saat menyatukan bagian-bagian tas sehingga sambungan terlihat lebih bersih.
- Rapikan ujung tali menggunakan korek api agar serat tali menyatu dan tidak mudah terurai.
Semakin rapi pola yang Anda buat, semakin menarik pula tampilan tas yang dihasilkan. Kerapian juga menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kekuatan, daya tahan, serta nilai jual produk.
Ide Kreasi Tas dari Tali Kur
Anda dapat mengolah tali kur untuk desain sederhana hingga produk yang terlihat elegan dan bernilai jual. Berikut beberapa ide kreasi tas dari tali kur yang bisa dijadikan inspirasi.
1. Tas Selempang dari Tali Kur
Tas selempang atau sling bag menjadi salah satu model favorit karena desainnya praktis dan mudah dibuat, terutama bagi pemula. Ukurannya yang ringkas membuat tas ini nyaman digunakan untuk membawa barang-barang penting saat beraktivitas.
Anda dapat memilih motif sederhana seperti motif sisik atau motif ketupat agar proses pembuatannya lebih mudah dipelajari. Model ini cocok digunakan untuk berbagai kesempatan, baik saat berjalan santai, bekerja, maupun menghadiri acara semi formal.
2. Handbag dari Tali Kur
Jika menginginkan tas yang terlihat lebih elegan, handbag dari tali kur bisa menjadi pilihan menarik. Model ini biasanya memiliki bentuk yang lebih kokoh sehingga mampu memberikan kesan rapi dan berkelas.
Untuk mempercantik tampilannya, gunakan motif bunga yang memiliki detail artistik atau motif sisik yang menghasilkan tekstur mewah. Anda juga dapat menambahkan aksesori seperti resleting, kancing magnet, atau hiasan manik-manik agar tampilannya semakin eksklusif.
3. Tas Belanja Ramah Lingkungan
Tali kur memiliki kemampuan menahan beban dengan baik sehingga sangat cocok dijadikan tote bag atau goodie bag yang dapat digunakan berulang kali. Pilihan ini sekaligus membantu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Selain kuat, anyaman tali kur juga menciptakan tekstur yang unik sehingga tas belanja terlihat lebih menarik dibandingkan tas konvensional.
4. Tas Tali Kur Custom untuk Bisnis Kerajinan
Tas tali kur juga memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Semakin rumit motif simpul yang dibuat, biasanya semakin tinggi pula nilai jual produk tersebut. Karena itu, banyak pengrajin menawarkan layanan pembuatan tas custom sesuai kebutuhan pelanggan.
Model yang paling sering dipesan antara lain tote bag, ransel, hingga tas promosi untuk perusahaan atau komunitas. Pelanggan dapat menentukan warna, ukuran, motif, hingga penambahan identitas merek agar tampil lebih eksklusif.
Cari Tali Kur Berkualitas untuk Kerajinan Tas?
Seiring bertambahnya pengalaman, Anda bisa mengembangkan hasil karya menjadi produk bernilai jual untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Agar hasil anyaman terlihat rapi, kuat, dan tahan lama, pastikan Anda menggunakan tali kur dengan kualitas terbaik.
PT Bintang Surya Sejati Sukses (BSS) telah berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai produsen narrow fabrics terkemuka di Indonesia, yang didukung teknologi produksi berstandar Eropa. Jika ingin menghasilkan tas tali kur dengan standar profesional, BSS siap membantu!
Baca Juga: Apa Itu Tali Karet Elastis? Fungsi, Jenis, dan Aplikasinya

